MANFAAT MADU ,ILMIAH DAN LUAR BIASA.

Manfaat Madu , Ilmiah dan Luar biasa

24 December 2015 – Kategori Blog

Manfaat Madu secara ilmiah dan praktek

madu-asli-1

  • Keutamaan Madu

Manfaat Madu secara ilmiah dan praktek. Madu telah digunakan manusia semenjak lama sebagai salah satu bahan pemanis alami. Selain sebagai bahan makanan, madu juga digunakan sebagai obat dan salep semenjak 2100 – 2000 SM.

Di dalam Islam Manfaat Madu secara ilmiah dan praktek juga mendapat tempat yang istimewa karena disebutkan secara khusus di dalam Al Qur’an. Di dalam Al Qur’an madu disebutkan dalam surat An Nahl

  • Komponen kimia madu

madu-asli-2

Secara umum madu mengandung nutrisi utama sebagai berikut :

Gula utama yang terdapat di dalam madu adalah monosakarida seperti fruktosa dan glukosa. Disamping itu terdapat 25 jenis oligosakarida lain. Oligmaduosakarida utama di dalam madu yang berasal dari bunga adalah sukrosa, maltosa, trehalosa dan turanosa, panosa, 1-kestosa, 6-kestosa, dan palatinosa. Jika dibandingkan dengan madu Blossom maka madu Melon mengandung sejumlah oligosakarida lain yaitu melezitosa dan raffinosa.

  • Protein, enzim dan asam amino.

Manfaat Madu secara ilmiah dan praktek, mengandung sebanyak 0,5% protein terutama dari golongan enzim dan asam amino bebas. Ada (3) tiga jenis enzim utama dalam madu adalah : enzim diastase (amilase), yang menguraikan pati atau glikogen menjadi unit gula penyusunnya, enzim invertase (sukrase, alfa-glukosidase) yang menguraikan sukrosa menjadi fruktosa dan gllukosa, serta enzim glukoa oksidase yang menghasilkan hidrogen peroksida  dan asam glukonat dari glukosa.

  • Vitamin, mineral dan senyawa lain.

Manfaat Madu secara ilmiah dan praktek, Vitamin dan mineral serta elemen lain terdapat dalam jumlah kecil di dalam madu dengan kandungan yang cukup menurut RDI (recommended daily intake). Secara rinci dapat dilihat pada tabel berikut. Madu juga mengandung kolin sebanyak 0,3 – 25 mg/kg  dan asetil kolin sebanyak 5 mg/kg.

  • S enyawa aromatis, senyawa penyusun dan senyawa polifenol.

Manfaat Madu secara ilmiah dan praktek, memiliki banyak jenis dengan rasa dan warna yang berbeda -beda tergantung pada asal tumbuhannya. Gula adalah senyawa yang paling mempengaruhi rasa madu. Pada umumnya , madu dengan kadar fruktosa yang tinggi lebih manis daripada madu dengan kadar glukosa yang tinggi. Aroma madu ditentukan juga oleh konsentrasi asam dan asam amino yang dikandungnya. Penelitian terhadap madu telah mengidentifikasi lebih dari 500 senyawa mudah menguap yang terdapat di dalam madu.

Senyawa polifenol adalah kelompok senyawa yang berperan dalam terhadap sifat dan karakteristik madu. Sebanyak 56 – 500 mg/kg senyawa polifenol telah ditemukan pada madu dengan jenis yang beragam. Senyawa polifenol pada madu umumnya dari golongan flavonoid misalnya quersetin, luteolin, kaempferol, apigenin, chrysin, dan galangin. Senyawa polifenol lainnya adalah asam fenolat dan turunannya.  Senyawa- senyawa ini diketahui memiliki khasiat sebagai antioksidan.

 

  • Jenis madu.

Khasiat Madu.

khasiat-madu-asli

  1. Aktivitas antimikroba, antivirus dan antiparasit.

Manfaat Madu secara ilmiah dan praktek, telah dibuktikan dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme dan jamur. Aktivitas antibakteri madu terutama bekerja terhadap bakteri gram positif. Efek bakteriostatik dan bakterisid madu telah banyak diteliti terhadap berbagai strain bakteri dan hampir seluruhnya adalah jenis patogen. Penelitian lain juga telah melaporkan bahwa madu memiliki aktivitas inhibitor virus Rubella secara in vitro, terhadap 3 jenis parasit Leishmania danEchinococcus. Madu dengan kandungan air rendah dapat menghambat pertumbuhan mikroba. Enzim glukosa oksidase yang terdapat pada madu menghasilkan senyawa hidrogen peroksida yang bersifat antibakteri, dimana produksi peroksida ini ditentukan oleh aktivitas enzim katalase.

2. Aktivitas Antioksidan.

Manfaat Madu secara ilmiah dan praktek, memiliki aktivitas antioksidan karena kandungan glucosa oxidase, catalase, vitamin C,  flavonoid, asam fenolat, turunan karotenoid, asam asam organik, produk dari reaksi Maillard, asam amino acid dan protein.

3. Aktivitas Antitumor dan Antimutagenik.

Aktivitas antimetastatik dan antitumor dari madu telah diteliti terhadap tikus yang mengalami kanker payudara hasil induksi dari

methylcholanthrene-induced fibrosarcoma dan tikus yang mengalami kanker kolon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa madu yang diberikan secara oral telah memberikan hasil yang signifikan dalam menghambat kedua jenis kanker.

4. Aktivitas Antiinflamasi.

Telah dilakukan penelitian secara klinis bahwa pemberian madu sebanyak 70 gram pada relawan menurunkan konsentrasi tromboksan dan PGE.

5. Efek Fisiologi Madu.

Manfaat Madu secara ilmiah dan praktek, Pemberian madu secara oral dapat menstimulasi produksi antibodi.

Penelitian pada manusia menunjukkan bahwa konsumsi madu 1,2 g/kgBB meningkatkan kadar  jumlah senyawa penting dalam tubuh seperti sel  monocyt, Fe, Cu, eosinofil, immunoglobulin, enzim tertentu.

Dalam sebuah hadist disebutkan bahwa Rasulullah SAW mengobati seorang shahabat yang diare dengan madu.

Madu merupakan inhibitor yang potensial terhadap tukak lambung, gastritis, dan gastro enteritis. Madu dapat menstimulasi saraf-saraf pada saluran cerna seperti halnya capsaicin. Efek lain madu terhadap saluran cerna adalah madu memiliki efek  probiotik.

CP. WA/SMS/TELEGRAM : 081398494974

PRODUK MADU :

Al SHIFA 1 KG : Rp. 180.000,-

AL SHIFA 500 mg : Rp. 90.000,-

 

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s